(Tertinggal) Naik Kereta Kutojaya Utara di Sta. Pasar Senen

 Setelah berjuang mendapatkan tiket kereta Kutojaya Ekonomi seminggu sebelumnya, akhirnya kudapatkan juga. Alhamdulillah... Maklumlah harganya yang murah adalah alasan sebagian besar orang tuk mendapatkannya. Cukup dengan Rp 28.000 bisa mengantarkan penumpangnya ke Stasiun Kutoarjo Jawa tengah. Bandingkan dengan harga Kereta bisnis yang dijual seharga Rp 170.000 ataupun yang AC Ekonomi yang Seharga Rp 125.000, cukup mencolok perbedaannya.


Waktu itu terlihat di Stasiun Bekasi daftar Kereta Ekonomi yang telah terjual habis dan yang masih tersedia. Rupanya Kereta Gaya baru malam Selatan (GBMS) adalah kereta yang paling banyak peminatnya. Asumsi saya adalah terlihat di daftar pemesanan, kereta tersebut telah terjual sampai dengan tanggal 10
Januari. Padahal untuk kereta yang lain paling-paling terjual sampai dengan tanggal 7/8 Januari. Sebagai catatan saya belinya / pesannya adalah seminggu sebelum tanggal 5 January 2013.


Tak tahu alasannya sebagian besar orang sehingga kereta GBMS begitu mendominasi. Ada yang bilang kalau GBMS rutenya paling jauh dibanding yang lain, jadi wajar kalau penikmatnyapun cukup banyak. Ada lagi yang bilang kalau GBMS pemberhentian keretanya meliputi stasiun-stasiun kecil. Ada yang berargumen bahwa jam keberangkatannya yang cukup siang, yang menjadikannya menyedot peminat Kereta Kutojaya Ekonomi yang jam berangkatnya terlalu pagi dan tentunya cukup merepotkan untuk sebagian warga Bekasi dan sekitarnya yang harus pagi-pagi benar datang ke stasiun. Apalagi sekarang kan Stasiun Bekasi nggak mengangkut keberangkatan kereta-kereta Jarak jauh seperti Kereta Kutojaya dan selainnya.

Untuk catatan bahwasannya sekarang kereta-kereta Jarak jauh hanya berangkat dari stasiun Tujuan, semisal Stasiun Tanah Abang, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jakarta Kota, ataupun Stasiun Gambir. Untuk selain Stasiun tadi maka kereta-kereta AKAP tidak berhenti.

Akhirnya waktu yang telah dijadwalkan tiba. Ya waktu keberangkatan Kereta Kutojaya Ekonomi relasi Tanah Abang – Kutoarjo. Namun tahu kenapa sekarang berangkat dari Stasiun Pasar senen tepat jam 06:50. Pagi-pagi bener saya sudah siap dengan memesan Comli edisi awal dari Stasiun Bekasi jam 05:40. Harapan saya jelas agar tiba di Stasiun Pasar Senen awal waktu dan gak buru-buru. Tepat jam 05:40 KRL Comli berangkat, dan sampai Stasiun Jatinegara jam 06:12. Ahh masih keburu nih Comli yang jam 06:20 dari Stasiun Jatinegara ke arah Pasar Senen.

Saat jam menunjukan jam 06:20 ternyata Comli belum juga datang. Ahh kebiasaan. Lagu lama. Dari jaman Purba. Kaya di bait lagu Bang Iwan Fals : “BIASANYA KERETA TERLAMBAT …. ITU BIASA....” Bener, barulah jam 06:35 Comli nya dateng. Ehh gak lansung jalan masih nunggu segala. Pikirku, wah bisa telat nih sampai Pasar Senen. Barulah jam 06:42 an Comli jalan. Pas sampai Stasiun Pasar Senen, Kereta Kutojaya Ekonominya udah siap-siap meluncur. Nah lo bener kan. Saya langsung turun dari KRL. Tapi apa dikata sekarang Peron kedatangan KRL dengan Peron Keberangkatan Kereta AKAP terpisah dengan sekat pagar yang lumayan tinggi untuk ukuran kita melompatinya. Karena saking paniknya saya dan orangtu lari muter menyusuri lorong Stasiun Senen. Pas sampai di tempat Peron Kereta AKAP, kereta Kutojaya sudah angkatan berjalan. Seandainya hanya saya yang naik Insya Alloh masih bisa naik. Tapi oarangtua kan masih jauh di dalam lorong. Dan kereta gak mungkin saya hentikan wakyu itu.

Akhirnya kami terduduk lemas menatap pantat Kutojaya dari jauh. Selang berapa lama ada petugas stasiun yang bilang kalau sebenarnya ada celah di pagar pembatas Peron tersebut. Tapi waktu saya panik tadi pikiran udah kacau dan suara petugas stasiun sudah tak saya hiraukan. Seandainya saya nggak panik saat itu, tentu nggak gini kejadiannya. Yach ambil hikmahnya aja lah. Seandainya kesitu dan kereta udah stanby berangkat maka kondisi darurat tersebut membolehkan petugas menggunakan “JALUR RAHASIANYA” untuk kita gunakan.

Udahlah ngapain berlama-lama di stasiun, mendingan pulang saja. Terus nyari moda transportasi lainnya. Setelah itu kami sepakat untuk melanjutkan pulkam pakai Bus.

Pas saya ke loket pembelian karcis KRL ternyata dari Pasar Senen tidak melayani keberangkatan KRL menuju Jatinegara. Kami pun keluar mencari angkutan umum untuk menuju Jatinegara. Setelah dikasih tahu seseorang maka kamipun naik angkot M 01 jurusan Senen – Kampung Melayu. Setelah kami naik selang beberapa lama angkot mendekati Stasiun Jatinegara dan bang supir bilang “maaf mas turun disini saja, angkotnya nggak lewat depan Stasiun...” Ooo ternyata angkot M 01 nya nggak lewat depan Stasiun tooo... Yaa udahlah kamipun jalan kaki aja menuju Stasiun yang jaraknya tinggal kira-kira 200 an meter.

Sesampai distasiun kupesan Comli arah bekasi dan wow tepat sekali, langsung jalan. Turun dari Comli di Stasiun Bekasi saya lanjut ke Pool Bus Sumber Alam Pondok Ungu. Pesan tiket untuk nanti sore. Kelas Ekonomi maupun AC Ekonominya telah habis terjual, ahirnya saya beli kelas Patasnya seharga Rp 90.000.

Ending Story : AKHIRNYA NAIK BUS JUGA.... KENAPA NGGAK KEMAREN-KEMAREN PESEN TIKET BUS...?
E G P ….!
GUA KAN MANUSIA BIASA YANG GAK TAHU KEJADIAN YANG AKAN DATANG BRO...!!!


Tidak ada komentar: