Ke Ragunan Menggunakan KRL


Dimulai rencana semalam dengan mengacak-acak dumay demi memuluskan rencana kami sekeluarga menikmati liburan akhir tahun. Akhirnya kudapatkan satu
artikel dari segerombolan anak-anak Bekasi. Bagaimana perjalanan mereka ke Ragunan pakai KRL. Dimulai dari stasiun Bekasi dan diakhiri di stasiun Lenteng Agung untuk selanjutnya menggunakan moda angkutan umum menuju Kebon Binatang Ragunan.


Baiklah kumulai saja sepenggal cerita perjalanan menuju Kebon Binatang Ragunan. Sebelumnya karena rumah kami di Babelan Bekasi Utara, maka pagi-pagi benar semua perlengkapan kami siapkan. Yah, maklumlah kami harus memulai semuanya lebih awal berharap mendapatkan rangkaian KRL yang paling awal, kalau nggak salah paling awal jam 05:40. Maklumlah sekarang lagi musim hujan. Biasanya turun hujannya sore hari. Jadi tujuan saya adalah supaya rekreasi ini pulang sebelum waktu Ashar ataupun pulang habis Solat Dhuhur.
Namun rencana tinggallah rencana, karena persiapan mendadak akhirnya kami berangkat sekitar jam 07:00. Go go go....! Motor kustarter. Brumm.....! Lets go...!


Pagi itu jalan menuju stasiun Bekasi sangat lengang. Coba tiap hari begini. Ahh enaknya.... Bebas macet. Wajarlah jalanan lengang, kan hari ini tanggal 1 Januari 2013. Mungkin orang-orang masih terlelap tidur setelah semalaman begadang merayakan malam tahun baru.

Perasaan gak ada yang baru dweh... Cuma ganti angka doang. Yah semoga aja mereka sadar akan kebiasaan mereka menghambur-hamburkan uang untuk dibakar lewat sarana yang bernama MERCON. Dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak bermanfaat dalam perayaan tahun baru, bahkan banyak juga yang merugikan orang lain. Inikah tuntunan Islam...? Kalla tsumma Kalla... Jauh... Jauh...dari ajaran Islam bahkan ajaran agama manapun kayaknya juga nggak sependapat akan hal ini. NA'UDZU BILLAHI MIN DZALIKA.

Wah.. sampai mana tadi... Oya jalanan yang lengang menuju stasiun Bekasi via jalan Perjuangan Bekasi. Akhirnya sampailah saya sekeluarga di stasiun Bekasi. Di loket, jadwal Commuter Line (Comli) jam 07:37 dan untuk Ekonominya jam 08:10. Akhirnya kami putuskan beli yang Ekonomi aja dengan tujuan ngirit duit. Harga karcis untuk KRL Ekonomi Rp 1.500. Wow....cukup jauh ya selisihnya ama Comli yang Rp 8.500 per karcisnya. Oya kalo bawa anak 3 tahun keatas udah wajib beli karcis ya... Kalo ketahuan gak beli karcis dendanya Rp 50.000.
Setelah karcis didapat, sekarang waktunya menunggu Si Ular Besi. Di peron 2 kami menunggu. Terlihat di peron 3 Comli jam 07:37 nya udah kabur. Sampai datang lagi Comli berikutnya.
Jam 07:50 Si Comli kabur lagi. Jam 08:10, mana Ekonominya....? Kalo boleh berteriak sekeras-kerasnya
buat pak Kepala Stasiun, “Woooiiii....mana nih Keretanya...Katanya pengin menggalakkan transportasi masal, tapi kalo gini caranya mah orang juga ogah keseringan dibohongi. Katanya jam 08:10 ehh nyampe jam 08:30 pun belum datang jua.

Akhirnya jam 08:35 datang juga KRL Ekonomi itu. Berebutan masuk itu jangan ditanya. Kasihan yang mau keluar, jadi susah. Sangat jauh beda ama di Jepang dan negara maju lainnya dalam hal ngantri. Ah... kamipun ikut nimbrung masuk berharap tempat duduk tak kedahuluan orang. Akhirnya kami semua mendapat tempat duduk dan tidak berpencar. Saya, istri, anak-anak, bapak mertua, ibu mertua, adik istri, juga suaminya. Total ada 9 orang. Karena anakku yang paling kecil baru berumur kurang 2 tahun, maka tiket kami hanya 8. Total harga karcis Rp 12.000.
Betapa senangnya melihat semuanya senang, apalagi ketiga anakku begitu terhibur dan gembira dengan perjalanan ini. Emang mereka paling suka kalo diajak jalan-jalan pakai kereta.

Jam 08:40 kereta jalan (terlambat 30 menit bro..!). Perjalanan lumayan lancar. Dan sampailah di stasiun Manggarai jam 09:05. Lumayan cepat untuk ukuran perjalanan angkutan umum. Bayangin aja kalo pakai angkutan umum bus atau angkot. Entah naik turun berapa kali. Belum lagi macetnya.

Berkaca dari sewaktu Bekasi yang lamanya minta ampun menunggu KRL Ekonomi, akhirnya saya putuskan melanjutkan perjalanan pakai Comli aja. Seusai turun kereta tersebut kudatangi loket dan belilah karcis Comli jurusan Bogor. Kali ini harga tiketnya Rp 8.000 per orang.
Dan emang bener, hanya selang beberapa menit aja Si Comli udah datang.
REGA GAWA RUPA. Tepat jam 09:16 Comli jalan. Pas banget ama jadwalnya.
Setelah melewati Tebet, Cawang, Kalibata, Pasar Minggu Baru, Pasar Minggu (lama), Tanjung Barat, akhirnya sampailah kami di stasiun Lenteng Agung jam 09:37.

Kami keluar di stasiun LA di pintu keluar sebelah selatan (apa emang ada pintu keluar utaranya..? Saya gak tahu). Dengan menyusuri sedikit lorong gelap diantara penjual baju di area tersebut, akhirnya kami keluar menuju jalan umum. Terlihat banyak sekali angkot. Ada yang warna merah, biru tua, dan ada juga yang warna biru muda (telor asin). Berbekal petunjuk yang kudapat dari artikel sekelompok anak Bekasi bahwa kelanjutan menuju Ragunan adalah menggunakan Mikrolet hijau muda no 17. Setelah aku lihat-lihat kanan kiri, kok kayaknya nggak ada tuh angkot 17 nya. Eh ada seseorang menyarankan lanjut pakai angkot merah no 02. Ah tapi nggak.... Saya nggak mau main percaya ama orang tanpa landasan jelas. Dan memang para ojek dan sopir angkot merah 02 emang menawarkan menuju Ragunan. Tapi sekali lagi nggak. Pokoknya saya harus dapet Mikrolet 17. Akhirnya ada seorang pemuda baik hati menunjukan lokasi Mikrolet 17 yang ternyata lokasi ngetemnya agak sedikit jauh dari stasiun LA. Semoga Allah membalas kebaikan pemuda tersebut yang ternyata juga satu tujuan dengan kami, ke Bonbin Ragunan.

Yah, untuk menuju ke lokasi ngetem Mikrolet 17 kita mesti menyeberang jalan yang begitu rame tersebut (soalnya pas pertigaan sich...), terus jalan aja ke arah barat dengan jalanan yang agak menurun sekitar 100 an meter, barulah kita dapatkan mikrolet 17 tersebut.
Dengan tarif Rp 3.000 sampailah kita di pintu timur Bonbin Ragunan. Dan memang trayek mikrolet tersebut kayaknya cuma Ragunan – stasiun LA. Pendek bener rutenya. Lets go....!

Masuklah kami ke Penangkaran hewan terbesar di Jakarta. Emang ada yang lain...?
Tiket masuk Rp 4.500 per orang. Kalo rombongan diskon 25 %.
Disamping kandang unta kami mengisi perut dulu. Bekel bawa dari rumah. Kalo bias, kita tuh jangan jajan di dalam komplek Bonbin. Mahalnya minta ampun. Bakso aja tertulis di depan warung Rp 5.000, tapi selang beberapa lama ada yang habis makan di warung tersebut katanya harga semangkoknya Rp 15.000. Lho kok bisa ya...? Padahal jelas-jelas tertulis di depan warung Rp 5.000. Ah... mungkin itu hanya bahasa iklan yang suka mengelabuhi konsumennya. Mungkin juga harga Rp 5.000 adalah harga sebutir bakso, masak makan bakso satu mangkok hanya 1 bakso. Ah yang bener aja. Mungkin ini analisanya. Sewaktu saya membelikan susu botol kecil dan sebotol pulpy orange harganya 16.000. Wuih..... Edannn....!

Akhirnya selesai isi perut, kami lanjut jalan-jalan menyusuri gang-gang di Bonbin.

Liat unta, rusa, orang utan, banteng, siamang di tengah danau yang suka gangguin orang naik perahu bebek, buaya, burung-burung, dan terdengar glegerrrrr.....

Guruh, dan tak lama berselang ujan lebat. Untung saya bawa payung. Tapi ya tetep aja tak sepadan dengan jumlah orang. Namanya juga payung, paling banter ya cuma buat berdua. Aku dan anak ketigaku. Yang lain berteduh di bawah rumah tempat apa tahu (rumah jaga kali).
Kami putuskan untuk pulang aja lagh.... Hari itu pengunjung Bonbin bener-bener penuh sesak. Toh kalo kami lanjutkan juga nggak nyaman rekreasi di tempat sesesak tersebut. Kecewa, senang, kedinginan, pusing, capai, stres bercampur jadi satu.
Udah pokoknya tekad saya bulat buat Go Home, kasihan anak-anak, takut sakit. Eh yang sakit malah suami adik istri saya. Badannya demam. Kasihan. Syafakalloh....

Kami semua keluar dari Bonbin sekitar jam 12:45. Kami tunggu angkot 17 nya. Lamaa.....banget. Begitu dateng ternyata udah penuh. Akhirnya kami berjalan ke arah LA, berencana naik angkot jemput bola. Jadi sebelum angkot tiba di Ragunan kami naik duluan. Karena kondisi saat itu sangat macet di sekitar exit keluar pintu timur Bonbin. Namun angkot yang kami tunggu gak datang juga. Terjebak macet pasti.

Akhirnya kami solat Dhuhur dulu di masjid apa saya lupa namanya. Selesai solat Dhuhur kami lanjutkan pulang naik Mikrolet 17 ke stasiun LA.

Setelah beli karcis Comli terusan ke Bekasi (maksudnya agar nantinya saat mau ganti KRL udah gak perlu beli karcis lagi) seharga Rp 16.500 per orangnya, kami tunggu Si Comli. Wah kondisi stasiun LA sedang di permak kayaknya nih.
Ruko-ruko disekitaran stasiun sedang di rombak. Selang kira-kira 10 an menit KRL datang, KRL rute Bogor-Tanah Abang-Jatinegara. Tepat pukul 14:35 kereta jalan meninggalkan stasiun LA. Sampai stasiun Manggarai jam 14:54. Kami turun untuk melanjutkan naik KRL arah Bekasi.

Sebenarnya bisa saja kami terus naik kereta yang tadi dan berahir di stasiun Jatinegara. Lalu kami
lanjut di stasiun Jatinegara. Tapi terlalu lama muternya.
Selang beberapa menit datang juga Comli arah Bekasi. Uhh penuhnya. Bergelantungan dweh. Kaya siamang. Ah gak apa-apa lah kasihan semuanya udah pada kecapaian.
Akhirnya jam 15:35 Comli sampai stasiun Bekasi. Keluar. Ambil motor dititipan motor stasiun seharga Rp 3.000 per motor.

Pukul 15:50 sampai rumah dengan selamat.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin....

1 komentar:

Irham Muliyawan mengatakan...

Syukron.. pengalamannya akhi
Saya juga lg berencana ke Bonbin nyari tau rutenya (sy jg tinggal di bekasi)
Qodarullah ditunjukkan tulisan antum..